Jumat, 17 Mei 2013

Merindu

Wahai hati yang selalu di landa rasa gelisah
 yang selalu diterpa rasa nestapa 
yang selalu menghiba karena indah terluka... 

Dimanakah elok mu 
ketika ruang penyangga membentangkan 
sayapnya di semburat kemuning mentari fajar 
dimanakah tegarmu ketika suara sumbang menggiringmu 
pada padang ilalang nan gersang... 

Wahai hati lembut yang mengenal kelembutan dari yang paling lembut... 
lembutmu bukanlah pamrih dari igo yang tersisih
lembut mu adalah kelembutan yang mampu melembutkan pongahnya batu karang yang menjulang
lembut mu mampu menenangkan deburan ombak yang menderu 
lembut mu adalah sepoi dari bayu yang mendayu... 

Wahai hati. . . 
Ketika kau menunduk layu 
pada pusaran warna-warna yang tak mampu kau jabarkan 
ketika malam mu suram ketika siang mu gulita 
ketika larung mu kandas mendongaklah. . . 

bukankah masih ada cinta...
cinta yang akan membawa mu lelap dalam damai 
cinta yang akan menjaga mu dari jaga lelap mu... 

Wahai hati. . . 
Bangkitlah dengan keindahan cinta 
indah dari yang paling indah 
elok dari yang paling elok. 

oleh Putra Ingin-seperti Yg-dulu (Catatan) pada 11 Juni 2011 pukul 20:19