Senin, 14 April 2014

14 April 2014

Untuk hari saat kita bersama, 
saat kebahagiaan meliputi, saat kesenangan tak tertutupi lagi.
Moja droga ja cie kocham,
kocham ciebie calym sercem.





Kamis, 10 April 2014

Sajak Cinta-5

Selasar Malam
Mungkin ini harap atau hanya khayal
Yang indahnya terus menari
Memenuhi hari dengan senyumnya
Hingga tiada yang sempurna
Tanpa kehadirannya
Malam,
Oh kepada siapakah rindu ini terjawab
Harunya menggetarkan bumi yang kupijak
Bintang,
Oh kepada siapakah cinta ini dilabuhkan
Yang sauhnya tlah hilang
Termakan zaman dan gelombang

Selasa, 08 April 2014

Berharap

Saat orang yang kau harapkan pergi, ada Dzat yang tak pernah meninggalkanmu. Ia Illahi, Tuhan Pemilik Raga dan Alam Raya.

Kamis, 03 April 2014

Sebait Merah Muda


Uhibbuka Fillah
Jika keheningan ini adalah nestapa
Dimanakah kan kulabuhkan rindu
Jika gulana ini adalah resah
Kemanakah rindu ini kan berhujung
Dari derak jendela
Kulongokkan mata agar tak salah membaca makna
Dari kernyit dahi
Kuistilahkan apa yang tersirat dihati
Mungkin inilah rindu yang kau larungkan bersama angin
Menghembus sejuk pada tengkuk
Mengharu biru pada rindu
Untuk hati yang kurindu, inikah cinta yang pernah tiada?

Selasa, 01 April 2014

Proses Psikodiagnostik



     Psikodiagnostik merupakan ranah psikologi yang merupakan alat dalam mengidentifikasi permasalahan psikologis. Hal yang patut diperhatikan dalam pemecahan masalah tersebut adalah data-data yang akurat. Pengumpulan data merupakan langkah awal yang akan sangat penting dalam kelanjutan proses mendiagnosa masalah psikologis. Jika hal ini disepelekan dan tidak dijalankan berdasarkan kaidah ilmiah, tentunya akan bermasalah dalam mengambil keputusan dan kesimpulan. Oleh karena itu, metode-metode yang baik dan benar harus disiapkan pula dalam pengumpulan data.
            Diagnosis banyak dilakukan oleh berbagai macam instansi, bidang kesehatan, perusahaan dan sebagainya. Masing-masing bidang tersebut memiliki tujuan tertentu. Misalnya dalam perekrutan dan penempatan pegawai dalam perusahaan maupun mengidentifikasi akar penyebab masalah-masalah mental psikologis seseorang.
            Metode pemeriksaan dalam psikodiagnostik pada garis besarnya dapat dikategorikan atas dua jenis metode, yaitu metode tes dan metode non tes.
Dalam observasi terdapat beberapa situasi yang dapat mendukung proses peng-observasian, yaitu :
- Natural setting/alamiah
- Simulated Setting/Tiruan
- Laboratorium
Sedangkan jika ditinjau dari aspek yang diobservasi atau diamati terdapat beberapa teknik pengambilan sample, yaitu :
- Event Sampling        : yang diamati hanya beberapa aspek tingkah laku pada saat tertentu.
- Time Sampling          : yang dicatat dan diamati adalah apa saja yang dilakukan individu pada waktu tertentu.
Dalam buku Psikodiagnostik, Suryabrata (1999) mengklasifikasikan bahwa metode yang tidak termasuk metode tes sendiri dari :
a.      observasi
b.      pengumpulan bahan (Bahan permainan atau hasil karya)
c.       biografi
d.      angket
e.      wawancara

Sabtu, 22 Maret 2014

Motivasi Kerja

Dalam beberapa kasus sering didapati banyak manusia yang melakukan pekerjaan dengan gigih dan banyak pula yang santai, bahkan tidak sedikit yang tidak berbuat apapun. Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa dalam industry organisasi tidak hanya cukup pada reward and punishment saja. Melainkan Studi Hawthorne membuka jalan bagi para peneliti untuk menyadari bahwa sistem imbalan dan hukuman yang dibuat oleh organisasi mempengaruhi hubungan antara pekerja, norma-norma organisasi, dan persepsi individu dari mana mereka masuk ke dalam sebuah wadah organisasi yang melibatkan semua elemen kunci di tempat kerja. Seperti yang disebutkan Edgar Schien dalam buku klasik catatannya, psikologi organisasi "terkait erat dengan pengakuan bahwa organisasi adalah sistem sosial yang kompleks, dan bahwa hampir semua pertanyaan yang dapat meningkatkan faktor-faktor penentu perilaku individu dalam organisasi harus dilihat dari perspektif seluruh sistem social” dengan kata lain, sebagai psikolog organisasi, kita tidak bisa mempelajari perilaku kerja individu tanpa mempertimbangkan seluruh konteks kinerja dan kehidupan.

Selasa, 18 Maret 2014

Sejarah Alat Tes Psikologi



Kenyataannya bahwa setiap orang memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda, keterampilan persepsi motorik dan kepribadian. Perbedaan ini dapat di evaluasi dengan beberapa cara. Bahkan sejak dulu, system ujian telah digunakan oleh bangsa china sebagai alat untuk menentukan pejabat pemerintahan yang layak melaksanakan tugasnya.  Tes yang dilakukan oleh kerajaan china ini dilakukan setiap 3 tahun untuk mengetahui kecakapan mereka dalam musik, memanah, berkuda, menulis, aritmatika dan lain sebagainya. Kesemua tes itu mereka lakukan dengan lisan dan bagaimana mereka menunjukkannya secara praktek. Kemudian terus berkembang dengan menambah keterampilan lain seperti dalam bidang ritual upacara, hukum sipil dan militer. Selama abad ke-19 pemerintah Inggris, Prancis, dan Jerman mengikuti contoh ujian ini.
Tumbuhnya minat pada studi perbedaan individu selama paruh terakhir abad ke-19 terdorong oleh tulisan naturalis Charles Darwin mengenai asal mula spesies dan bangkitnya psikologi ilmiah. Para peneliti lain juga telah menyatakan bahwa gejala psikologi dapat dideskripsikan dalam istilah kuantitatif dan rasional. Banyak psikolog di Eropa dan Amerika memainkan peran penting pada tahap peloporan pengukuran mental. Francis Galton J, keponakan Charles Darwin tertarik pada investigasi genius dan pengukuran kemampuan manusia. Untuk tujuan itu, Galton mengembangkan sejumlah tes dan prosedur lain untuk mengukur perbedaan individu dalam kemampuan dan tempramen. Bagaimanapun juga tetaplah Alfred Binet sebagai psikolog yang menyusun tes mental pertama dan member kontribusi signifikan untuk memprediksi pencapaian skolastik. Dalam perkembangannya tes psikologi mengalami peningkatan. Ini dicirikan oleh pengembangan tes-tes melalui pendekatan-pendekatan yang baru. Selain juga revisi terhadap tes dan penelitian lanjutan terhadap tes-tes yang sudah ada.