Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2015

Sistem Olfaktori dan Somatosensori


1.  Olfaktori
Sistem olfaction  (penciuman) dan sistem gustatory (pengecapan) disebut sebagai sensasi kimiawi karena berfungsi untuk memonitor substansi-substansi kimiawi dari lingkungan diluar tubuh.
Sistem olfactory merespons subtansi kimiawi yang ada diluar lingkungan dengan cara menghirup nafas melalui reseptor – reseptor nasal, sedangkan sistem gustatory merespons subtansi kimiawi yag terdapat dalam larutan yang berada dirongga mulut.
Saat makan, organ penciuman dan organ pengecapan saling berhubungan secara selaras dalam bereaksi. Molekul – molekul makanan akan menstimulasi reseptor penciuman dan pengecap yang akan menghasilkan kesan sensasi terintegrasi yang disebut dengan rasa / flavor. Sehingga, bila seseorang mengalami hambatan dalam organ  penciumannya, maka akan mengalami kesulitan untuk membedakan dua rasa yang berbeda, seperti rasa apel dan kentang dan tidak bisa merasakan  lezatnya makanan.

Indera Pengecapan kaitannya dengan Persepsi Psikologis

Sebagaimana telah diketahui bahwa persepsi ialah proses peng-integrasian dalam diri individu terhadap stimulus yang diterima. Perbedaan persepsi pada individu tergantung pada motivasi, kebutuhan, titik fokus dan tergantung pada pengalaman informasi yang diterima oleh individu.Stimulus yang diterima oleh indera (V-K-O-G) dan diartikan menurut pengalaman masing-masing setiap individu. Salah satu dari indera reseptor yang akan dibahas dalam makalah ini ialah Gustatori atau indera pengecapan.
Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecap yaitu lidah.Pengecap atau gustasi adalah suatu bentuk kemoreseptor langsung dan merupakan satu dari lima indra tradisional. Indra ini merujuk pada kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. Pada manusia dan banyak hewan vertebrata lain, indra pengecapan terkait dengan indra penciuman pada persepsi otak terhadap rasa. Sensasi pengecapan klasik mencakup manis, asin, masam, dan pahit. Belakangan, ahli-ahli psikofisik dan neurosains mengusulkan untuk menambahkan kategori lain, terutama rasa gurih (umami) dan asam lemak.Sel reseptor pengecapan pada manusia ditemukan pada permukaan lidah, langit-langit lunak, serta epitelium faring dan epiglotis.

Kamis, 14 Mei 2015

Quetions and Their Uses (Interview)



Resume Interview Chapter 3
1.      Questions and Their Uses (Pertanyaan dan kegunaannya)
Dalam wawancara kita pasti tahu satu-satunya alat yang terpenting adalah pertanyaan. Pertanyaan dapat menjadi pernyataan atau tindakan non verbal yang dapat mengundang jawaban atau respon. Menurut sebagian orang, pertanyaan merupakan alat yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari :
Pertanyaan memiliki 3 kriteria :
a.      Open or Closed (Terbuka dan tertutup)
b.      Primary or Probing (Dasar atau penyelidikan)
c.       Neutral or Leading (Netral atau Mengerahkan)
Dengan penjelasan sebagai berikut :
a.      Open or Closed (Terbuka dan tertutup)
Pertanyaan terbuka : pertanyaan yang meluas, seringkali hanya sebuah topic dan membiarkan responden bebas untuk menjawab.
1.      Pertanyaan sangat terbuka :
Ø  Ceritakan pengalamanmu di Iraq?
Ø  Apa yang kau ketahui tentang tanaman organic?
2.      Pertanyaan terbuka yang sedang :
Ø  Dimana kamu tinggal diIraq?
Ø  Liburan pergi kemana saja?
3.      Pertanyaan terbuka yang memiliki keuntungan : Pertanyaan terbuka membuat responden berbicara serta mendapatkan informasi. Jawaban panjang mengungkapkan responden tertarik dan memberikan informasi penting. Pertanyaan terbuka biasanya menimbulkan ketertarikan dan kepercayaan.
4.      Pertanyaan terbuka tidak membawa keuntungan : pada pertanyaan terbuka ada kemungkinan responden menjawab dengan jawaban yang terlalu singkat atau bertele-tele sehingga sulit mendapatkan suatu informasi.

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Islam



Dalam kehidupan didunia ini setiap orang ingin merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Mereka berlomba-lomba untuk mencapai kebahagiaan itu meskipun tidak semua dapat dipenuhi. Ada banyak rintangan yang menyebabkan keinginan itu sulit terjadi, sehingga mereka akan merasakan kegelisahan, kecemasan dan ketidakpuasan karena kegagalannya. Dalam buku Prof. Zakiah Drajat, dijabarkan bahwa keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung kepada cara orang menghadapi suatu persoalannya. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ketenangan hidup dan ketentraman jiwa bukanlah didapatkan dari hal materislistik semata, namun lebih tergantung kepada cara dan sikap dalam menghadapi setiap persoalan tersebut.

PENGERTIAN KESEHATAN MENTAL



2.1 Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Periodisasi sejarah perkembangan kesehatan mental terbagi menjadi dua, yaitu Era prailmiah dan Era modern. Ini terjadi karena pengetahuan yang sangat minim di masa itu.
a.      Era Prailmiah
Pada masa prasejarah orang-orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat, kutukan, magic dan dosa-dosa seperti konsep primitive animisme. Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, mereka mengadakan perjamuan. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada jaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan kesehatan mental, yaitu dengan pendekatan naturalisme. Aliran berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik akibat dari alam.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi. Dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial untuk memecahkan problem penyakit mental. Ia seorang kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Dirumah sakit ini pasienya yang maniac dirantai, diikat ditembok, ditempat tidur selama 20 tahun atau lebih. Namun, lambat laun Pinel mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
b.      Era Modern
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era gangguan mental yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional kesikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) sebagai staff medis di rumah sakit Penisylvania, terdapat 24 pasien yang dianggap lunaties (orang-orang gila atau sakit ingatan). Rush melakukan usaha lain selain mengurung dan mengguyur air terhadap pasienya, yaitu dengan cara : memberikan motivasi (dorongan) untuk ingin bekerja, refreshing (mencari kesenangan).

HEALTH BELIEF MODEL



PENGERTIAN HEALTH BELIEF MODEL

1.1 Sejarah Perkembangan Health Belief Model
Pada tahun 1950-an peneliti kesehatan publik di Amerika Serikat mulai mengembangkan suatu model yang memiliki target indikasi untuk program edukasi kesehatan. Penelitian ini dilakukan oleh sebuah kelompok ahli ilmu jiwa sosial di US. Pelayanan kesehatan masyarakat menjelaskan kegagalan yang tersebar luas dari keikutsertaan individu dalam program untuk pencegahan dan pendeteksian penyakit (Hochbaum 1958; Rosenstock 1966). Tapi, psikolog sosial di Amerika Serikat ini mendapati masalah dengan sedikitnya orang yang berpartisipasi dalam program pencegahan dan deteksi  penyakit.
Penelitian yang terus berkembang melahirkan model kepercayaan kesehatan atau Health Belief Model. Irwin Rosenstock (1974) adalah tokoh yang mencetuskan Health Belief Model untuk pertama kali bersama Godfrey Hochbaum (1958). Mereka mengembangkannya dengan mengemukaan kerentanan yang dirasakan untuk penyakit TBC. Stephen Kegels (1963) menunjukkan hal yang serupa mengenai kerentanan yang dirasakan untuk masalah gigi yang parah dan perhatian untuk mengunjungi dokter gigi menjadi tindakan prefentif sebagai salah satu solusi masalah gigi. Kemudian model ini menyampaikan tentang respon orang untuk berbagai gejala dan tingkah laku mereka sebagai respons untuk mendiagnosa penyakit, dengan factor-faktor yang adheren untuk aturan hidup dalam kedokteran (Becker, 1974). Pada umumnya, sekarang timbul kepercayaan/ keyakinan bahwa orang lebih memilih tindakan pencegahan, perlindungan atau untuk mengontrol keadaan sakit dan sehat.

Pengaruh Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam



Kalau kita perhatikan kehidupan manusia dalam kesehariannya akan bermacam-macam yang terlihat, ada yang terlihat cemas meskipun kondisinya sedang sehat, dan ada yang terlihat bahagia meskipun sedang dilanda suatu penyakit dan kesusahan. Disamping itu ada pula orang-orang yang tidak memperhatikan kesehatannya dan tidak dapat bertanggung jawab terhadap kehidupannya.
Atas dasar sebab inilah banyak berkembang ilmu psikologis yang membahas perilaku manusia dan motif apa yang mendorongnya berperilaku sama meskipun dalam kondisi yang berbeda. Para ahli mulai mempelajari sebab-sebab yang membuat orang tidak mampu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya sehingga ia kurang memperhatikan kesehatan atau berlebihan dalam mempengaruhi kesehatannya.
Pembahasan mengenai kesehatan mental dari segi islami-pun mulai dikaji oleh beberapa tokoh ahli. Mereka ingin menggambarkan kesejahteraan manusia tidak hanya diambil dari tercukupinya kebutuhan-kebutuhan materi yang terlihat dari lahirnya saja, akan tetapi juga kebutuhan jiwa akan kebahagiaan yang hakiki yaitu hubungan Sang Kholik dengan Ciptaan-Nya yang dapat mempengaruhi adanya sehat mental secara lahir dan batin.
Pengertian Kesehatan Mental menurut Prof. Dr. Zakiyah Darajat yang beliau tulis dalam bukunya yang berjudul sama. Beliau menuliskan bahwa Kesehatan Mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan jiwa (Neuroses) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (Psychoses). 

(Review Journal) PSIKOLOGI DARI PERSPEKTIF ISLAM

PSIKOLOGI DARI PERSPEKTIF ISLAM: KONTRIBUSI DARI AWAL CENDEKIAWAN MUSLIM DAN TANTANGAN UNTUK PSIKOLOGI KONTEMPORER MUSLIM

Abstrak
Pada awal cendekiawan muslim secara luas menulis mengenai alamiah manusia dan menyebutnya Ilm-al Nafsiat atau pengetahuan diri. Pada banyak kasus, ide dari karya mereka terlihat orisinal untuk era teori dan praktik psikologi yang modern. Apa yang menarik adalah banyak dari apa yang ditulis cendekiawan muslim itu bercampur dengan filsafat islam dan ide ide religius. Jurnal ini mencakup kontribusi utama dan menonjol dari cendekiawan muslim di masa awal kepada psikologi dan garis besar yang dihadapi oleh para muslim saat ini dalam mengadaptasikan teori teori barat. Jurnal ini juga menawarkan beberapa rekomendasi pada psikologi pribumi dari masyarakat muslim yang tertarik mencari perspektif islam dari perilaku manusia.
Kata Kunci:  Psikologi Islam, Awal Cendekia Muslim, Sejarah Psikologi, Psikologi Muslim, Psikologi Pribumi.

Islam adalah agama utama di dunia dan ada jumlah muslim yang berkembang di barat, sebagian di amerika utara dimana populasi muslim diperkirakan mencapai antara 4 sampai 6 juta jiwa (Haddad,1991: Hussain and Hussain,1996). Pertumbuhan populasi muslim yang tajam terlihat pada dua dekade terakhir dan terus bertumbuh terus menerus. Walaupun perkembangan muslim tidak setinggi dibandingkan dengan kelompok atau agama lain, ketertarikan pada islam dan muslim secara signifikan telah meningkat setelah insiden 11 september di amerika. Disamping informasi muslim di media, literatur ilmu pengetahuan sosial sekarang penuh dengan aspek budaya sosio-politik Arab/Muslim. Dengan peningkatan populasi muslim di amerika dan minat dalam ilmu sosial di komunitas minoritas ini, menjadi sangat penting bahwa sudut pandang islam pada isu yang terkait dengan psikologi diperkenalkan didalam aliran utama literatur. Sebuah penyelidikan pada tradisi intelektual kepercayaan muslim mengenai alamiah manusia dan metodologi penanganan yang dapat diungkap untuk seseorang dalam membantu profesi yang mungkin menangani klien muslim dalam praktik, mengajar ataupun penelitiannya. Sementara banyak muslim yang sangat dipengaruhi oleh Qur’an dan Hadist, beberapa dipengaruhi oleh karya awal cendekiawan muslim  yang berkontribusi di ranah ilmu alam dan sosial. Apa yang membuat karya mereka unik adalah bahwa mereka didasari oleh filsafat islam dan konsep Ketuhanan. Pengetahuan dari perspektif islami dapat berjalan sebagai bagian dari pelatihan sensitifitas budaya untuk penelitian. Jurnal ini mengeksplorasi kontribusi awal cendekiawan muslim (tokoh universal) pada psikologi dan memfokuskan pada dilema yang dikemukakan oleh psikologi barat pada profesional muslim dan klien yang diikuti oleh beberapa rekomendasi umum.

CENDIKIAWAN MUSLIM dari perspektif Islam dan Psikologi


Review Jurnal
Peningkatan populasi muslim secara tajam terus berkembang selama beberapa dekade terakhir, walaupun tidak setinggi agama dan kelompok lain, ketertarikan pada muslim dan islam secara signifikan telah meningkat sejak insiden 11 september silam di Amerika. Dengan peningkatan ketertarikan pada muslim ini, sangat penting untuk memperkenalkan sudut pandang islam dalam ilmu psikologi . banyak muslim yang pemikirannya dipengaruhi oleh al-qur’an dan hadits dan jugapemikiran cendekiawan awal muslim. Yang membuat pemikiran muslim unik adalah bahawa mereka didasari oleh filsafat islam dan konsep ketuhanan. Jurnal ini akan menjelaskan masa cendekiawan muslim yang penting setelah kepergian nabi Muhammad SAW (632 M), yaitu dimulai kontribusi pemikiran muslim selama 400 tahun setelah kepergian nambi Muhammad SAW.
Dalam karya cendekiawan muslim, istilah nafs (jiwa) digunakan untuk melambangkan kepribadian/fitrah alami manusia. Nafs meliputi qalb (hati), ruh (arwah), dan aql (akal) dan irada (kehendak). Dalam sejarah latar belakang pemikiran muslim, dapat dilihat bahwa itu semua didasari dari filsafat, yang menyelidiki semua bidang penyelidikan manusia (baik illahi atau manusia). Para muslim tertarik pada bidang filsafat adalah untuk memahami dan mengajak orang untuk berfikir mengenai keberadaan dan sifat-sifat Allah dan hadits Nabi dengan menggunakan pendekatan filsafat. Upaya ini disebut kalam yang mengarah pada dua aliran utama, yaitu rasionalis, dan tradisionalis/ortodoks.

Senin, 14 April 2014

14 April 2014

Untuk hari saat kita bersama, 
saat kebahagiaan meliputi, saat kesenangan tak tertutupi lagi.
Moja droga ja cie kocham,
kocham ciebie calym sercem.





Sabtu, 15 Maret 2014

Mental Sehat, Hidup Nikmat

Menjaga lebih baik daripada mengobati. Ungkapan ini enak didengar dan amat sulit untuk dilakukan. Mengucapkan kata atau kalimat adalah sesuatu yang mudah, dan penyesalan merupakan hal yang tak perlu dialami. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjaga dan mengamati proses diri dalam penyesuaian yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tingkat keseimbangan kesehatan mental. Dari permasalahan yang begitu kompleks dihadapi manusia belakangan ini, kesehatan mental diperlukan untuk modal pertahanan dalam mengarungi hidup. Mental yang sehat sangat berguna untuk mencapai suatu hidup yang tenang dan menyenangkan. Disamping kesehatan fisik yang wajib kita miliki, kesehatan mental dibutuhkan saat-saat manusia goncang dan resah dalam menentukan status diri dan identitas kemanusiaannya.
Sebenarnya apa definisi sendiri bagi kesehatan mental ? sebelum kita masuk dalam pembahasan yang lebih jauh. Mari kita lihat satu persatu pengertian dua kata tersebut. Dalam kamus Wikipedia.com kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Dengan kata lain kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna.  Sedangkan pengertian harfiah dari mental itu sendiri ialah jiwa. Yang berarti fikiran dan hati yang juga merupakan ruang lingkup dari kejiwaan. Setelah kita mengetahui definisi dari masing-masing kalimatnya mari kita lihat pengertian Kesehatan Mental menurut Prof. Dr. Zakiyah Darajat yang beliau tulis dalam bukunya yang berjudul sama. Beliau menuliskan bahwa Kesehatan Mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan jiwa (Neuroses) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (Psychoses). Menurut definisi ini gangguan jiwa dapat dikatakan hinggap pada setiap manusia seperti rasa cemas yang tak diketahui penyebabnya secara jelas, malas, lesu dan tidak ada gairah untuk melakukan suatu pekerjaan. Tingkat yang lebih tinggi dari gangguan jiwa ini ialah Anxiety, Neurasthenia, Hysteria, dan lain sebgainya. Sedangkan sakit jiwa ialah orang yang memiliki pandangan berbeda dari kebanyakan orang, biasa disebut juga dengan istilah miring atau Gila.
Bila ditilik lebih jauh lagi mengenai definisi kesehatan mental, tidak cukup hanya kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri saja seperti yang disebutkan diatas tadi. Melainkan juga pengetahuan dan perbuatan seseorang yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi , bakat dan pembawaan yang ada dengan semaksimal mungkin. Sehingga membawa kepada kebahagiaan diri serta terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi.
Seperti pepatah kata yang penulis cantumkan di awal paragraf, pencegahan lebih baik daripada mengobati adalah satu kata yang tepat. Karena sebelum mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan lebih baik mencegah agar tidak terjadi keabnormalan emosi dan tindakan yang menyebabkan ketidak tenangan hidup atau kebahagiaan batin. Diantara cara-cara preventive yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Tidak mendekati atau menjauhi perbuatan zina. Karena menghindar dan menjauh dari perbuatan yang akan menjadikan diri kita celaka merupakan suatu pencegahan.
Mengalihkan setiap keinginan tidak baik yang muncul dalam diri kita kepada kegiatan yang lebih bermanfaat.
Melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan tidak memaksakan diri jika tidak sanggup melakukannya.
Jauhkan pikiran kita dari sesuatu yang tidak masuk akal. Karena tekanan pikiran akan menjadikan mental tidak seimbang.
Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjaga kesehatan jasmaniah dan ruhaniah untuk mendapatkan hidup yang nyaman, nikmat serta bahagia.

*Makalah ini dikumpulkan sebagai tugas individu pada mata kuliah KESMEN, dosen pengampu Dr. Risatianti Kolopaking, SPKj.

Minggu, 02 Maret 2014

Titik Terendah

Setiap orang akan sampai pada titik dimana ia harus membawa perubahan dalam hidupnya, tapi disetiap titik ini kita harus menyikapinya dengan jeli..
Jangan sampai perubahan itu yang membawa kita kembali ketitik NOL, kembali pada waktu dimana kita belum mampu bangkit, kembali pada masa kita belum menjadi apa-apa dan belum dipandang sebagai "Siapa"..
Jeli melihat perubahan yang membawa potensi baik bagi kita, orang-orang disekeliling kita, juga orang yang pernah bersinggungan dengan kita..
Perubahan itu bukan ke-rugi-an, melainkan untung yang akan sllu kita raup dihari depan nanti..

_keep move_

Sebait Cinta

Sejak mentari bersinar
Berkicau burung dengan riang
Semilir angin pun riang
Menyambut senyuman

Sejak bisa menuliskan sajak
Penaku kerap menorehkan nama
Yang aku sendiri tak pernah tau
Akupun tak pernah mengenalnya
Ia datang membawa setitik merah
Mewarnai pucuk hatiku yang basah

Hingga perlahan rona itu menyebar
Menjalar dalam rusukku
Seketika ia menjelma cinta
Nama yang titiknya pernah kau bawa
Selasar yang ronanya memberiku arti

Hati yang kau penuhi tawa didalamnya
Hati yang kau penuhi rasa didalamnya
Hati yang kau belai tangis didalamnya
Hati yang kau singgahi dengan hayati

My ONLY

Sabtu, 01 Maret 2014

Kucing Mocheko KW2

Hampir berbulan-bulan saya jarang posting something diblog. Dengan tugas kuliah yang bertubi-tubi rasanya jemari saya enggan kembali berfikir utk meramu ide dan menuangkannya disini. Sebenarnya dua bulan ini adlh waktu libur, tapi entah mengapa gangguan hati yang datang menguapkan beribu cerita yang semula terangkum dalam benak.
Yak, betul. Ujian terberat seorang penulis ialah "Memulai". Mari kita lihat apakah saya bisa menyelesaikan postingan kali ini dengan baik.
Kemarin malam, sepulang Kajian Halaqah saya didatangi seekor kucing kecil yang lucu. Bulunya berwarna golden red. Cantik dn mungil. Sayang ia tak terawat. Saat kugendong ia terasa lengket mungkin karena jarang mandi. Malangnya nasib si kucing, ia tak bisa masuk kerumah saya. Karena dirumah, ayah dn dua adik saya termasuk org yang alergi kucing. Bulunya yg suka berterbangan mmbuat mereka bersin2.
Sepanjang obrolan saya dengan kawan2 halaqah, kucing ini terus bermain disekitaran. Suara eongannya seolah menggoda saya untuk mengajaknya bermain.

Naahhh kan, saya selalu stuck saat di ending. Bagaimna akan mengakhirinya yaa. Semoga kucing itu bertahan hidup diluar dengan cuaca yg dingin ini.

Salam miaw miaw

Anjuran berbakti pada Kedua Orang Tua

Sudah begitu banyak artikel yg mengulas masalah ini. Dan tulisan kami disini hanya untuk memperkuat beberapa tulisan yang sudah ada.
Dalam perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang dari mulai bayi hingga remaja hendaknya tidak hanya berkembang secara baik dalam arti fisik, tetapi juga secara kejiwaannya (psikologik). Yang dalam kajian ini diutamakan orangtua sebagai pemenuh kebutuhan kejiwaan bagi anaknya. Dalam pertumbuhannya seorang anak memerlukan dua jenis makanan. Yaitu makanan bergizi untuk pertumbuhan otak dan fisiknya, serta makanan dalam bentuk "gizi mental". Dan dalam bentuk yang kedua ini dapat diberikan berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan dan pembinaan yang bersifat kejiwaan atau non fisik, yang dapat diberikan oleh kedua orangtua dalam kehidupan sehari-harinya.

Dari penjelasan diatas dapat kita lanjutkan penjelasannya bahwa Ayah dan Ibu adalah dua orang yang sangat berjasa dalam perkembangan seorang anak. Lewat keduanyalah anak-anak terlahir didunia ini. Didalam salah satu ayat al-qur'an dijelaskan sikap seorang anak terhadap orangtuanya. "Dan rendahlanlah dirimu terhadap kedua orangtua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah "Wahai Rabbku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaktu kecil"" (Q.S. Al-Isra' : 24). Sehinga apabila anak itu telah dewasa ia akan berdoa "Wahai Rabbku, berilah aku petunjuk agar dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim" (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Dalam refernsi yang lain, kita dianjurkan untuk bertalwa kepada-Nya, serta melaksanakan hak dan kewajiban-Nya. Dan ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat. Allah menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وا عبدوا الله ولأ تشر كوا به شيئا وبااولدين احسنا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa ... " [an-Nisâ'/4:36].

Begitu pula Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman dalam surat Luqmân/31 ayat 14:
وو صينا الأنسن بو لد يه
"(Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya, ...)"

Selanjutnya Allah menyebutkan alasan perintah ini, yaitu:
حملته أمه وهنا على وهن
"(ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah)".

Yakni keadaan lemah dan berat ketika mengandung, melahirkan, mengasuh dan menyusuinya sebelum kemudian menyapihnya.
Kemudian Allah berfirman:

وفصله فى عا مين أن اشكر لى ولو لد يك الى المصير

"(dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu)".
Nabi telah menjadikan bakti kepada orang tua lebih diutamakan daripada berjihad di jalan Allah. Disebutkan dalam shahîhaian dari 'Abdullâh bin Mas'ûd, ia berkata:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

"Aku bertanya kepada Nabi; "Amalan apakah yang paling utama?" Beliau menjawab,"Shalat pada waktunya." Aku bertanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab,"Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab,"Berjihad di jalan Allah."

Dikisahkan dalam kitab Shahîh Muslim, bahwa ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Aku berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad di jalan Allah. Aku mengharap pahala dari Allah." Beliau bertanya,"Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab,"Ya, bahkan keduanya masih hidup," beliau bersabda,"Engkau mencari pahala dari Allah?" Ia menjawab,"Ya." beliau bersabda,"Pulanglah kepada kedua orang tuamu, kemudian perbaikilah pergaulanmu dengan mereka."
Disebutkan dalam sebuah hadits dengan sanad jayyid (bagus), ada seseorang berkata kepada Nabi : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin berjihad namun aku tidak mampu melakukannya". Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada?" Ia menjawab,"Ya, ibuku," beliau bersabda: "Temuilah Allah dalam keadaan berbakti kepada kedua orang tuamu. Apabila engkau melakukannya, maka berarti engkau telah berhaji, berumrah dan berjihad".

Allah Subhanhu wa Ta'ala juga telah berwasiat supaya berbuat baik kepada kedua orang tua di dunia walaupun keduanya kafir. Akan tetapi, apabila keduanya menyuruh untuk berbuat kufur maka sang anak tidak boleh menaati perintah kufur ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".[Luqmân/31:15].

Disebutkan dalam kitab shahîhain, dari Asmâ' binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha, ia menceritakan ketika ibunya datang menyambung silaturrahmi dengannya padahal si ibu masih dalam keadaan musyrik.
Asmâ' Radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

"Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku ingin (menyambung hubungan dengan putrinya, Asmâ'), apakah aku boleh menyambung hubungan kembali dengan ibuku". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,"Ya, sambunglah."

Cara berbakti kepada kedua orang tua, ialah dengan mencurahkan kebaikan, baik dengan perkataan, perbuatan, ataupun harta.
Berbuat baik dengan perkataan, yaitu kita bertutur kata kepada keduanya dengan lemah lembut, menggunakan kata-kata yang baik dan menunjukan kelembutan serta penghormatan.

Berbuat baik dengan perbuatan, yaitu melayani keduanya dengan tenaga yang mampu kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, membantu dan mempermudah urusan-urusan keduanya. Tentu, tanpa membahayakan agama ataupun dunia kita. Allah Mahamengetahui segala hal yang sekiranya membahayakan. Sehingga kita jangan berpura-pura mengatakan sesuatu itu berbahaya bagi diri kita padahal tidak, sehingga kitapun berbuat durhaka kepada keduanya dalam hal itu.

Berbuat baik dengan harta, yaitu dengan memberikan setiap yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh keduanya, berbuat baik, berlapang dada dan tidak mengungkit-ungkit pemberian sehingga menyakiti perasaan ibu bapak.
Dan ketahuilah, para jama'ah Jum'at rahimakumullah.

Berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya dilakukan tatkala keduanya masih hidup. Namun tetap dilakukan manakala keduanya telah meninggal dunia. Ada sebuah kisah, yaitu seseorang dari Bani Salamah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

"Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?" Beliau menjawab,"Ya, dengan mendoakannya, memintakan ampun untuknya, melaksanakan janjinya (wasiat), menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali melalui jalan mereka berdua, dan memuliakan teman-temannya". [HR Abu Dawud].

Allâhu Akbar! Demikianlah jama'ah Jum'at, betapa luas cakupan berbakti kepada kedua orang tua, bahkan termasuk di dalamnya keharusan memuliakan dan menyambung silaturahmi kepada teman kerabat.

Disebutkan dalam kitab Shahîh Muslim, dari 'Abdullâh bin 'Umar bin Khatthâb Radhiyallahu 'anhu :

"Suatu hari beliau Radhiyallahu 'anhu berjalan di kota Makkah dengan mengendarai keledai yang biasa beliau Radhiyallahu 'anhu gunakan bersantai jika bosan mengendarai unta. Lalu di dekat beliau lewatlah seorang Arab Badui. Lantas 'Abdullah bin 'Umar pun bertanya kepadanya:"Benarkah engkau Fulan bin Fulan?" Ia menjawab,"Ya," kemudian 'Abdullah bin 'Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata,"Naikilah keledai ini." Beliau juga memberikan sorban yang mengikat di kepalanya seraya berkata,"Ikatlah kepalamu dengan sorban ini," maka sebagian sahabatnya berkata,"Semoga Allah mengampunimu. Mengapa engkau memberikan keledai kendaraan santaimu dan sorban ikat kepalamu kepada orang itu?" Maka 'Ibnu 'Umar menjawab: "Orang ini, dahulu adalah teman 'Umar (bapakku), dan aku pernah mendengar Rasulullah berkata,'Sesungguhnya bakti yang terbaik, ialah tetap menyambung hubungan keluarga ayahnya".

Pada khutbah pertama, telah kami sampaikan penjelasan mengenai kedudukan berbakti kepada orang tua dan keagungan martabatnya. Adapun balasan berbakti ini ialah pahala yang besar saat di dunia maupun akhirat. Barang siapa yang berbakti kepada orangtuanya, maka kelak anak-anaknya juga akan berbakti kepadanya, serta memberikan jalan keluar dari kesusahannya.
Dalam kitab Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari hadits Ibnu 'Umar Radhiyallahu 'anhu disebutkan tentang kisah tiga orang yang ingin bermalam di gua, lalu merekapun masuk ke dalamnya. Begitu sampai di dalam gua, tiba-tiba sebongkah batu besar jatuh dan menutup mulut gua tersebut.

Merekapun kemudian bertawasul kepada Allah dengan amal-amal shalih yang pernah dikerjakan supaya mereka bisa keluar. Salah seorang dari mereka berkata:

Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai bapak dan ibu yang sudah sangat tua. Aku tidak pernah memberikan susu kepada keluarga maupun budakku sebelum mereka berdua.

Suatu hari, aku pergi jauh untuk mencari pohon dan belum kembali kepada mereka hingga mereka pun tertidur. Akupun memerah susu untuk mereka. Setelah selesai, ternyata aku mendapatkan mereka berdua telah tertidur. Aku tidak ingin membangunkannya dan tidak memberikan susu kepada keluarga maupun untukku sendiri. Aku terus menunggu mereka sambil membawa mangkuk susu di tanganku hingga terbit fajar. Mereka pun bangun dan meminum susu perahanku.

Ya Allah, sekiranya aku melakukan itu semua karena-Mu, maka bukakanlah batu yang telah menutupi kami ini.
Maka batu itupun bergeser sedikit. Kemudian demikian pula yang lainnya berdoa, bertawasul dengan amalan shalih yang pernah mereka kerjakan. Akhirnya, batu itupun bergeser sehingga gua terbuka dan mereka dapat keluar, kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Ketahuilah, berbakti kepada orang tua juga akan mendatangkan keluasan rizki, panjang umur dan khusnul khatimah.

Diriwayatkan dari Sahabat 'Ali bin Abi Thâlib bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang senang apabila dipanjangkan umurnya, diluaskan rizkinya dan dihindarkan dari sû'ul khatimah, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi." Dan sesungguhnya, berbakti kepada orang tua merupakan wujud silaturahmi yang paling mulia, karena orang tua memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan kita.

Seorang mukmin yang berakal, sungguh sangat tidak pantas berbuat durhaka dan memutuskan hubungan dengan kedua orang tua, padahal ia mengetahui keutamaan berbakti kepadanya, dan balasannya yang mulia di dunia maupun di akhirat. Larangan ini sangat besar.

Apabila telah mencapai usia lanjut, kedua orang tua akan mengalami kelemahan badan maupun pikiran. Bahkan keduanya bisa mengalami kondisi yang serba menyusahkan, sehingga menyebabkan seseorang mudah menggertak atau bersikap malas untuk melayaninya. Dalam keadaan demikian, Allah melarang setiap anak membentak, meskipun dengan ungkapan yang paling ringan. Tetapi Allah memerintahkan si anak supaya bertutur kata yang baik, merendahkan diri dalam perkataan maupun perbuatan di hadapan keduanya. Sebagaimana sikap seorang pembantu di hadapan majikannya. Demikian pula, Allah memerintahkan si anak supaya mendoakan keduanya, semoga Allah mengasihi keduanya sebagaimana keduanya telah mengasihi dan merawat si anak tatkala masih kecil.

Sang ibu rela berjaga saat malam hari demi menidurkan anaknya. Iapun rela menahan rasa letih supaya si anak bisa beristirahat dengan cukup. Adapun bapaknya, ia berusaha sekuat tenaga mencari nafkah. Letih pikirannya, letih pula badannya. Semua itu, tidak lain ialah untuk memberi makan dan mencukupi kebutuhan si anak. Sehingga sepantasnya bagi si anak untuk berbakti kepada keduanya sebagai balasan atas kebaikannya.

Dalam kitab shahîhain disebutkan dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik?" Rasulullah menjawab,"Ibumu." Orang itu bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ibumu." Orang itu mengulangi pertanyaannya: "Kemudian siapa lagi?" Nabi pun kembali mengulangi jawabanya: "Ibumu." Iapun kemudian mengulangi pertanyaanya untuk yang ke empat kalinya: "Kemudian siapa?" Rasulullah menjawab: "Bapakmu."

Semoga Allah memberikan taufik-Nya, sehingga memudahkan kita untuk berbakti kepada ibu bapak. Dan semoga Allah memberi karunia kepada kita keikhlasan dalam melaksanakannya. Sesunggunya Dia-lah Dzat yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang.

[Diringkas oleh Ustadz Abu Sauda' Eko Mas'uri, dari ad-Dhiyâ-ul Lâmi', Syaikh Muhammad bin Shâlih al-'Utsaimîn, hlm. 501-504]
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 109/Tahun XI/1428H/2008 (Rubrik Khutbah Jum'at). Dan beberapa referensi lain di internet.

Makalah ini disusun untuk memenuhi nilai tugas pada mata kuliah KODE ETIK PSIKOLOGI
KELOMPOK 1
- Nisaul
- Vini
- Oryza savitri
- Khoirotul Awwaliyah (108070000165)

Minggu, 22 September 2013

Prakata Skripshit

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh,
 
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan lagi untuk bertemu, terimakasih saya ucapkan untuk teman-teman blogi yang sudi mampir di blog ini.
setelah hampir sebulan ini saya vakum dari dunia tulis-menulis, karena sebab kesibukan dunia perkuliahan. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terutama kepada Alloh Robbul 'Alamin yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk melanjutkan kuliah meski dengan fisik yang terbatas. tapi tak lupa pula saya taruh santun dan hormat untuk dewan dosen dan subag akademik yang telah mensupport saya dalam kelancaran perkuliahan.
Btw, kenapa isi blog saya jadi kayak pembukaan Skripsi ya. hahaha harap maklum yaa sobat blogi. sepertinya otak saya mengalami keracunan makalah. yang setiap hari tiada henti-hentinya menyapa saya.oleh karena ketertawanan waktu dengan makalah, disela-sela waktu senggang saya sempatkan untuk menyapa kembali Blogosphere yang telah menjadi rumah kedua bagi saya. tempat berekspresi paling romantis yang membuat saya bisa merasakan susah, senang, sedih, bahagia dan cinta.
 
oiya, bicara tentang cinta. hari ini, esok dan seterusnya. cinta tetap akan menjadi tongkat berjalan bagi saya. karena dengan cinta, saya menemukan cahaya, senyuman dan keindahan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. tapi, apapun maknanya, cinta adalah keindahan dengan segala rahasia dibaliknya. semoga, semoga cinta yang menuntun saya menemukan cahaya itu akan selalu berada dalam lindungan-Nya. Amiin.
Loving you always my Darl.



_JUST ONLYOU_

Hari-hari bersama "Makalah"

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh,
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan lagi untuk bertemu, terimakasih saya ucapkan untuk teman-teman blogi yang sudi mampir di blog ini.
setelah hampir sebulan ini saya vakum dari dunia tulis-menulis, karena sebab kesibukan dunia perkuliahan. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terutama kepada Alloh Robbul 'Alamin yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk melanjutkan kuliah meski dengan fisik yang terbatas. tapi tak lupa pula saya taruh santun dan hormat untuk dewan dosen dan subag akademik yang telah mensupport saya dalam kelancaran perkuliahan.
Btw, kenapa isi blog saya jadi kayak pembukaan Skripsi ya. hahaha harap maklum yaa sobat blogi. sepertinya otak saya mengalami keracunan makalah. yang setiap hari tiada henti-hentinya menyapa saya.oleh karena ketertawanan waktu dengan makalah, disela-sela waktu senggang saya sempatkan untuk menyapa kembali Blogosphere yang telah menjadi rumah kedua bagi saya. tempat berekspresi paling romantis yang membuat saya bisa merasakan susah, senang, sedih, bahagia dan cinta.
oiya, bicara tentang cinta. hari ini, esok dan seterusnya. cinta tetap akan menjadi tongkat berjalan bagi saya. karena dengan cinta, saya menemukan cahaya, senyuman dan keindahan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. tapi, apapun maknanya, cinta adalah keindahan dengan segala rahasia dibaliknya. semoga, semoga cinta yang menuntun saya menemukan cahaya itu akan selalu berada dalam lindungan-Nya. Amiin.
Loving you always my Darl.
_JUST ONLYOU_