Tampilkan postingan dengan label sebait sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebait sajak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Mei 2014

Jumat, 23 Mei 2014

Malaikatku


Bahagiaku adalah selalu ada disimu dalam suka maupun duka
Karena denganmu aku bisa menjadi apa yang tak pernah aku bayangkan
Bahagia pada tiap senyum dan pelukanmu yang menghangatkan
Ada disisimu buatku jadi lebih berarti
Hingga aku paham bahwa hidup tak selalu berawan cerah
Kadangkala mendung menyertai
Kadangkala teriknya begitu menyengat dihati
Aku mungkin bodoh dengan menahanmu untuk terus bersamaku
Memaksamu pada ingin yang buatmu tersiksa
Malaikatku, Aku tak ingin mematahkan sayapmu
Dengan menahanmu untuk terus disampingku
Terbanglah tinggi sejauh kau ingin pergi
Namun ingatlah,
Saat kau lelah aku selalu menerimamu untuk kembali pulang
Saat kau tak mampu lagi untuk melangkah
Aku ada untuk membantumu melewati hari bersamamu


*Kepada Malaikat yang sllu melindungiku

Senin, 14 April 2014

14 April 2014

Untuk hari saat kita bersama, 
saat kebahagiaan meliputi, saat kesenangan tak tertutupi lagi.
Moja droga ja cie kocham,
kocham ciebie calym sercem.





Kamis, 10 April 2014

Sajak Cinta-5

Selasar Malam
Mungkin ini harap atau hanya khayal
Yang indahnya terus menari
Memenuhi hari dengan senyumnya
Hingga tiada yang sempurna
Tanpa kehadirannya
Malam,
Oh kepada siapakah rindu ini terjawab
Harunya menggetarkan bumi yang kupijak
Bintang,
Oh kepada siapakah cinta ini dilabuhkan
Yang sauhnya tlah hilang
Termakan zaman dan gelombang

Selasa, 08 April 2014

Berharap

Saat orang yang kau harapkan pergi, ada Dzat yang tak pernah meninggalkanmu. Ia Illahi, Tuhan Pemilik Raga dan Alam Raya.

Kamis, 03 April 2014

Sebait Merah Muda


Uhibbuka Fillah
Jika keheningan ini adalah nestapa
Dimanakah kan kulabuhkan rindu
Jika gulana ini adalah resah
Kemanakah rindu ini kan berhujung
Dari derak jendela
Kulongokkan mata agar tak salah membaca makna
Dari kernyit dahi
Kuistilahkan apa yang tersirat dihati
Mungkin inilah rindu yang kau larungkan bersama angin
Menghembus sejuk pada tengkuk
Mengharu biru pada rindu
Untuk hati yang kurindu, inikah cinta yang pernah tiada?

Rabu, 05 Maret 2014

Sajak Cinta-4

Aku mencintaimu dengan sedikit rindu
Asa yang meniadakanku dalam kemelut candu
Menggulung temaram dihembus sepoi angin kelabu
Bumiku panas menggigil demam termakan waktu
Terenyak inilah kenangan pemutung yang lalu kau biduk

Gemerlap yang juga menyelimutimu dalam balut rindu
Menyulam rindu dipelupuk mata gemintangmu
Disitulah mungkin hatiku pernah tergores sembilu
Yang membunuh perlahan rinduku

Perempuan di hujung malam

Minggu, 02 Maret 2014

Inilah Rindu

Seseorang pernah berkata padaku
Jika rindu itu masih bisa kau ucapkan
Artinya kau hanya merindukannya dimulut saja
Terlebih, rindu yang hakiki ialah
Saat kau rindu kepadanya
Dirimu hanya sanggup berdoa
Kepada Sang Maha Kholik
Untuk menyampaikan rindumu padanya

Dan saat rona muda itu menyapaku
Hanya sanggup ku mengadu dalam simpuhku
Kepada Sang Maha Memiliki
Yang Ia memiliki dirimu lebih dari siapapun
Semoga Cinta dan Kasih-Nya selalu terlimpah
Kepada sosok yang aku rindukan

My Only

Yang membuat ini indah

"Dokter mengobati dengan obat,
Psikolog mengobati dengan nasehat"

-02Maret2014-

Sebait Cinta

Sejak mentari bersinar
Berkicau burung dengan riang
Semilir angin pun riang
Menyambut senyuman

Sejak bisa menuliskan sajak
Penaku kerap menorehkan nama
Yang aku sendiri tak pernah tau
Akupun tak pernah mengenalnya
Ia datang membawa setitik merah
Mewarnai pucuk hatiku yang basah

Hingga perlahan rona itu menyebar
Menjalar dalam rusukku
Seketika ia menjelma cinta
Nama yang titiknya pernah kau bawa
Selasar yang ronanya memberiku arti

Hati yang kau penuhi tawa didalamnya
Hati yang kau penuhi rasa didalamnya
Hati yang kau belai tangis didalamnya
Hati yang kau singgahi dengan hayati

My ONLY

Sabtu, 01 Maret 2014

Sajak Hujan

Ingin kutuliskan selarik bait untukmu
Serangkum harum mawar yang kukumpulkan
Setangkup rindu yang kubendung
Dalam bejana penuh
Ingin kuukir seuntai doa dalam malam hajatku
bersujud memanjat doa yang panjang
Hingga memadu pada lirik Ilahi
Yang dihembuskan oleh nafas ruh yang suci
Ingin kurajut sepenggal kasih
Yang ku titipkan pada bunga mimpi
Keindahan yang kau temui dalam lelapmu,

Teruntuk lelaki hujanku.

Senin, 12 Agustus 2013

Kemudi Haluanmu yang Hilang


Selayar senja memerah ditelan malam
Meski rembulan masih enggan berlenggak
Tetapi mentari tengah merajuk pulang
Ditepian ku mengadu rindu pada malam

Aku titipkan setumpuk rindu pada rembulan
Yang memaksa hadir di ujung pangkuan
Semua baitku tentang rindu
Rinduku yang hilang ditelan malam
Rembulan bilang aku penghalang

Aku marah pada tuduhannya yang tak berdasar
Bagaimana aku di sebut penghalang
Padahal rindu menjadi penghubung
Haluan rindumu kembali terpaduk
Aku tersudut di ruang tak berpenghuni

Hilang ditelan masa
Aku benci melihat ini
Aku benci menjadi rindu
Aku benci menjadi penghalang
Aku benci menjadi yang kau sebut, jalang

Sekejap saja menjadi dirimu


Kulihat senja memerah
Selaksanya hilang bersama angin
Melaju kehaluan
Entah bernama apa

Aku titipkan segenap kerinduan padanya
Mungkin rembulan tak perlu datang
Langit malam ini sedang bermura
Aku tak ingin melihatnya menangis
Separuh hjiwaku menjelma
Terbang ke angkasa bersama malam
Kelam dan pekat menghantui
Dirimu masih saja sendu

Duhai malam,
Ratu dari semua pujangga
Syairkanlah lirik-lirik baitmu
Nyanyikanlah aksara hatimu
Ini dermaga
Meski bukan tempat berhenti
Tapi disini
Kamu bisa menjadi sekejap yang kau inginkan
Diranah ini, sekejap kau bisa menjadi setan
Aku bersyukur rindu ini tumbuh dalam hatiku
Rindu yang menjagaku dari kebengalanmu

Depok, 12 Mei 2013

Surat Untuk Kekasihku...


Dear Hati,
apakabar hatimu hari ini.
aku teringat,
biduk rindumu masih tertinggal di lorong hatiku.
perlahan aku berusaha bangkit dari kerobohanku.
berusaha kembali berdiri menantang mentari.
lihat, aku masih sempat menyapa mentari pagi ini.
itu artinya, aku kuat meski tanpamu.

Dear Hati,
kau pasti melupakan sesuatu untukku.
kau lupa, jejak kakimu masih basah menapaki jalanku.
karena kau mengarungi separuh hidupku.
bersamamu kita arungi hangatnya mentari dan indahnya gemintang yang bertabur di langit.

Dear Hati,
aku takkan pernah sanggup melupakan kenangan tentangmu.
tentang senyummu. tentang mata jenakamu. tentang hangat rindumu.
juga tentang kasih sayangmu.
tentang kau yang sabar menuntun hatiku.

Dear Hati,
dimanakah rindu yang kini sembunyi dariku ?
dimanakah senyum yang menyapaku dikala sedih.
dimakah kau simpan merah jambu yang pernah melukis hari-hari bersama kita.

Dear Hati,
aku berharap setitik cintamu masih tersimpan rapih di bilik hatimu.

_ONLY_

A little bite of You...

aku bersyukur Alloh Ta'ala pernah mempertemukn 
kita dalam ukhuwah yang kuat . . 
aku sangat bahagia bisa mengenalmu, 
mengenal tentang kehidupan yang penuh liku 
dan yang tak selalu berawan cerah . .
darimu juga, aku belajar bahwa hidup ini tentang belajar.
- belajar sabar
- belajar ikhlas
- belajar disiplin
-belajar tersenyum 
dan aku,
bahagia melihatmu masih tersenyum, 
berdiri tegar dengan kebijaksanaanmu . .

 _ONLY_

Puisi Sabtu Antologi Es Campur, 25 Mei 2013

Judul : Saat Purnama
Oleh :
Liyaa Khoiratul Mahfudz 





Kepada Rinduku,
Di bawah cahaya rembulan yang bersinar
Aku syairkan sebait lirik malam ketika kau hilang
Menjerit pilu pada jasadmu yang tiba-tiba beku terkutuk alam
Bagai tersengat melihat dirimu meregang nyawa
bersama pilu ku antar kerandamu pada kuburan waktu

Rindu,
Aku kirimkan sepenggal kisah piluku
Kisah ketika kukecupi mesra nisanmu
Tanda akhir denyut nadimu masih terbaca
Dengan langkah tertatih kujauhi pembaringanmu
Bersama hati dan juga cinta yang terkapar mati

Rindu,
Aku ingin memelukmu dalam kehangatan Purnama
Yang sinarnya tak pernah hilang untuk dikenang

Biodata Penulis,
Liyaa Mahfudz. 29 November 1990. Lahir dan berdomisili di Kota Depok. Tidak hobi menulis, dan sangat menyukai hujan. Dapat di temui melalui akun Fb: Liyaa.mahfudz, Twitter: @LiyaaKhoiratul, maupun melalui blog:
http://senyumsimetris.blogspot.com/

Minggu, 11 Agustus 2013

Surat cinta...

kepada luka ku sandarkan smua tanya.. 
tanpa ada jawaban dr stiap derita..
aku sayang kamu putra..

Minggu, 21 Juli 2013

hijab

"Modesty has its own style. Within Islam's mandate for modesty, the styles are endless.."
Muslim Fashion in the Qur'an:

O ye Children of Adam! We have bestowed raiment upon you to cover your shame, as well as to be an adornment to you. But the raiment of righteousness,- that is the best. Such are among the Signs of Allah, that they may receive admonition!
(Al Qur'an Surah 7:26)

...Hati adalah Permata...


Rabu, 22 Mei 2013

.. Tentang Cinta (Lagi) ..

cinta bukan sandiwara yang bisa diskenariokan
cinta adalah keindahan yang menjadi warna 
dalam roda kehidupan
dalam perjalanannya kita melewati berbagai hal
keindahan yang tak bisa terlupakan
keindahan yang memberi cahaya saat gelap
keindahan yang menjadi pelipur saat hati lara
keindahan yang memberi senyuman saat sedih
cinta mengajarkan banyak hal
cinta mengajarkan kejujuran
terhadap diri sendiri juga orang lain 
cinta mengajarkanku kedisiplinan 
bukan disiplin mencintai
tapi disiplin menjaga diri agar tetap indah dalam cinta
cinta memberi sejuta kekuatan 
untuk semangat dan tetap tegar dalam kegagahan
cinta juga yang mengajariku tuk tetap tersenyum

saat kegagal di depan mata

n/b : Terimakasih untuk hati yang selalu membimbingku dengan cinta yang tulus dan super lembut. untuk hati yang selalu menjagaku dari kesedihan dan kegagalan. this is it. just for you. my beloved angle man without swing. :)