Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2015

Tolerance of Diversity



            Diversity in Allah's creation is not only in colors and languages, but also in ideas and ways of life. The Qur'an makes clear that Allah intentionally did not create us all as carbon copies of each other. We have the opportunity to learn from each other and gain a new perspective, particularly when learning about people who are different, from ourselves. As the Qur'an proclaims God's words, "Oh mankind! We created you from a single soul, male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly, the most honored of you in God's sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing. All Aware" (-19:13).
            There are places in time and history when Muslims were known to be the most tolerant nation on earth. Unfortunately, there are also many examples of Muslims who have allowed arrogance, pride, and greed to get the better of them.

Rabu, 28 Oktober 2015

PERBANDINGAN TEORI BELAJAR KOGNITIF DAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Teori Belajar Behavioristik dan Teori Belajar Kognitif

Salah satu teori belajar, yang merupakan teori awal tentang belajar adalah Teori behaviorisme yaitu teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Ada 3 jenis belajar menurut teori behaviorisme yaitu (1) Respondent Conditioning, (2) Operant Conditioning dan (3) Observational Learning atau social cognitive Learning.
Teori kognitif mengacu pada wacana psikologi kognitif, dan berupaya menganalisis secara ilmiah proses mental dan struktur ingatan atau cognition dalam aktifitas belajar. Cognition diartikan sebagai aktifitas mengetahui, memperoleh, mengorganisasikan, dan menggunakan pengetahuan (Lefrancois, 1985). Proses kognitif telah menjadi penting di bidang penelitian psikologi, seperti psikologi perkembangan dan penelitian tetntang motivasi. Salah satu faktornya ialah terbatasnya penjelasan mengenai aktivitas manusia yang diberikan oleh behaviorisme.

Learning Concept Psychology Cognitive Theory JEAN PIAGET & JEROME BRUNER


Piaget mengemukakan bahwa Inteligensi adalah ciri bawaan yang dinamis. Sebab tindakan yang cerdas akan berubah saat organisme itu makin matang secara biologis dan mendapat pengalaman. Inteligensi adalah bagian integral dari setiap organisme karena setiap organisme yang hidup selalu mencari kondisi yang kondusif untuk keberlangsungan hidup. Bagaimana kecerdasan memanifestasikan dirinya pada waktu tertentu akan selalu bervariasi sesuai kondisi yang ada. Teori Piaget sering disebut sebagai Epistemology Genetic, karena teori ini mendasari pada hereditas atau genetic yang dibawa oleh orang tua. Istilah genetik yang dimaksud mengacu pada pertumbuhan developmental warisan biologi.
Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari pemikiran yang konkret menuju pemikiran yang abstrak. Piaget meneliti perkembangan intelektual berdasarkan struktur yang terbentuk didalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. Inteligensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psikofisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat (Reber, 1988). Jadi Inteligensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh. Akan tetapi, memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungannya dengan inteligensi manusia lebih menonjol daripada peran organ-organ tubuh lainnya. Karena otak merupakan “Menara Pengontrol” hampir seluruh aktivitas manusia.