I NEVER FALL APART BECAUSE I NEVER FALL TOGETHER -Rainy-
Selasa, 14 Mei 2013
Hujan dan Aku
Aku sedang suka hujan,
entah mengapa sejak kepulanganku dari Probolinggo,
aku sangat merindukan hujan.
dulu, saat-saat hujan. aku senang bermain di bawah siramannya.
mencari guyuran hujan di antara atap-atap sekolah.
rumahku dulu dilingkungan sekolah.
aku bahagia bisa merasakan hujan meresap hingga ke pori.
kini aku sedang merindukannya.
merindukan hujan yang jarang bisa kujamah.
merindukan hujan yang meskipun dekat, tapi terasa jauh.
aku merindukan hujannya. hujan kami.
hujan yang pernah kita nikmati di Taman sambil main prosotan.
aku begitu merindukan hujan.
_ONLY159
entah mengapa sejak kepulanganku dari Probolinggo,
aku sangat merindukan hujan.
dulu, saat-saat hujan. aku senang bermain di bawah siramannya.
mencari guyuran hujan di antara atap-atap sekolah.
rumahku dulu dilingkungan sekolah.
aku bahagia bisa merasakan hujan meresap hingga ke pori.
kini aku sedang merindukannya.
merindukan hujan yang jarang bisa kujamah.
merindukan hujan yang meskipun dekat, tapi terasa jauh.
aku merindukan hujannya. hujan kami.
hujan yang pernah kita nikmati di Taman sambil main prosotan.
aku begitu merindukan hujan.
_ONLY159
Minggu, 12 Mei 2013
Cinta untuk Mentari Pagiku
Senja masih bergelayut manja
pada serngingi langit saat Aku melompat menaiki Bus terakhir yang akan
mengangkutku pulang. Bus berukuran 10x9 ini mulai bergerak perlahan
meninggalkan pelataran parker Istana. Hembus AC menerpa wajahku saat ku
hempaskan pantatku pada dudukan baris terakhir Bus. Sopirnya memberitahu tujuan
Bus ini dan mengucapkan selamat berlibur akhir pecan. Ah ritual basa-basi
protokoler.
Yang ada di benakku saat ini
hanya segera pulang dan bersiap-siap menjemput mentari pagiku, Ia pasti senang
sekali malam ini. Kemarin aku berjanji akan menemaninya jalan-jalan, esok akhir
pekan, aku sangat suka membuat kejutan kecil untuknya. Tak sabar rasanya
melihat senyum manjanya melihatku datang dengan kaos marun yang minggu lalu
sempat kami beli di Pasar Minggu. Fikiranku melanglang buana berlari
mendahuluiku pulang kerumah.
Aku kembali melamun menatap jendela,
diluar terlihat semburat kemuning senja begitu indah, pertanda malampun akan
menjemput bintang-bintang menghiasi langit. Hatiku berbunga memikirkan apa yang
sudah Aku rencanakan, Mentari pagiku pasti bahagia melihatku datang lagi malam ini.
Ini kali ketigaku mendatangi rumahnya setelah dua tahun kami tak bertemu. Sudah
ku susun pembicaraan apa saja yang nanti akan kubicarakan dengan Ayahnya atau adik
lelakinya yang menggemaskan itu. Mentari pagiku, aku tak sabar ingin bertemu
denganmu. Ku rebahkan kepalaku pada sandaran kursi, meregangkan otot-otot
kakiku yang kaku seharian ini bekerja.
“Sore bu” ku kecup kening Ibu
yang sedang menata kue di dapur
“Sudah pulang Le” Tole,
panggilan kesayangan Ibu untuk anak Laki-lakinya
“Iya bu, Nanti malam Saya ijin
keluar ya bu”
Senin, 01 April 2013
Cemburulah, yang Positif !!
Sebulan
perkembangan perusahaan semakin menunjukkan hasil yang nyata, modal yang
dipinjam dari Rentenir sudah terlunasi. Alat-alat pendukung produksi juga telah
lunas terbayar. Bahan baku produksi mulai mudah mendapatkannya, banyak warga
sekitar desa yang membantu menjual tembakaunya pada perusahaan kami. Mereka
suka rela mengirimkan hasil bakau tanaman mereka sesuai dengan harga yang
perusahaan berikan meski itu masih jauh dibawah harga pasar. Tapi mereka
bertekad, jika perusahaan kita maju maka Desa ini juga akan semakin makmur.
Aku
beruntung terlahir dari keluarga yang terpandang di Desa ini, Romo Wijaya
Kepala Desa ini adalah Ayahku. Sudah sejak lama Ku impikan perusahaan yang
dapat mengolah sumber daya alam desa Paiton untuk meningkatkan mutu
kesejahteraan warganya. Sedikit demi sedikit hutang-hutang telah terlunasi,
penyejahteraan karyawanpun mulai ditingkatkan. Untuk kedepannya semoga terus
Berjaya untuk Indonesia Raya.
Saat
penghasilan perusahaan mulai berjalan stabil, banyak rumor tidak sedap yang
berkembang di Masyarakat. Mereka beranggapan bahwa Kami menggunakan Ajian
santet untuk menipu rakyat, Astaghfirullohal’azim, bagaimana sampai setega itu
orang yang menyebarkan isu fitnah. Perusahaan kami tidak pernah melakukan hal
musyrik, seperti menyembah pohon atau menaruh Sesajen di tempat-tempat yang di
anggap angker. Justru malah kami beberapa kali mengundang Kiyai Luthfi dari
Pesantren Al-Luthfiyyah untuk pengajian sekaligus mendoakan agar perusahaan
kami tetap berjalan maju, acara kami adakan di pelataran parker atau terkadang
di Musholah belakang yang memang disediakan untuk karyawan.
Akibat
berkembangnya isu tidak sedap itu beberapa karyawan ada yang resign tanpa
sebab. Aku merasa ada yang tidak beres sehingga harus curhat pada Romo, Ayahku
untuk berkonsultasi. Beliau bilang usah kau risaukan, mereka hanya orang-orang
yang cemburu akan kesuksesan kita. Marilah kita tingkatkan mutu Karyawan dan
hasil produksi untuk menunjukkan pada mereka bahwa kita tidak seperti apa yang
mereka katakan.
Kamis, 17 Januari 2013
Pepesan Kosong
Assalamu'alaikum selamat pagii sahabat blogger...
sekian lama absen dr dunia blogger, rasanya kangeeennn pengen nulis lagi.
meskipun sering nulis, tp kyaknya msh harus di asah lagi ni kemampuan menulisnya biar gag jd pepesan kosong.
uuppss, kya kucing aja dapet pepesan kosong..
oiya, pagi ini saya mau cerita beberapa pengalaman setahun belakangan ini.
rasa-rasanya sih gag harus ditulis disini, tapi ingin berbagi pengalaman aj biar kita semua bisa mengambil hikmah dr pengalaman saya.
setahun kemarin sudah saya habiskan dg teraphy di daerah probolingo, sawahan.
banyak pengalaman yg saya dapatkan disana
termasuk, ehm, pacar.
wkwkwkw
udah dulu ah, saya takut ad yang baca tulisan ini dn dibilangin ke ayah.
-DANGER-
terimakasih yaa teman2 blogger sudah mampir dn membaca tlisan saya ini
salam hangat
cup cup eemmuuaacchhh
Liyaa Mahfudz
Langganan:
Postingan (Atom)



